Diikuti 2.623 Siswa SLTA, Kanderi Jamin Tidak akan Terjadi Kecurangan UN




2.623 siswa SLTA di Kota Pariaman akan ikuti ujian nasional (UN) pada tanggal 4 sampai dengan 7 April 2016. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora), Kota Pariaman, Kanderi, seluruh siswa yang mengikuti UN tersebut telah melakukan berbagai persiapan, termasuk kerjasama dengan pemanggilan walimurid siswa bersangkutan.

Kata dia, seluruh siswa peserta yang didata tersebut mengaku antusias mengukitu UN 2016.

"2.623 terbagi atas beberapa sekolah, diantaranya, 1.458 dari Sekolah Menengah Atas (SMA), 1.012 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 153 peserta dari Madrasah Aliyah (MA)," rinci Kanderi.

Dia berharap, para siswa yang telah mematangkan diri jelang persiapan UN dapat mengaplikasikan pelajaran yang mereka serap saat UN berlangsung.

Imbuh dia, untuk mencegah terjadinya tindakan kecurangan oleh para peserta ujian, pihaknya telah menyiapkan 310 tenaga pengawas dalam dua kelompok, yaitu, 196 pengawas UN SMA dan 114 pengawas peserta UN SMK.

"Setiap ruangan kelas akan disediakan masing-masing dua pengawas dan menggunakan sistem silang murni. Artinya peserta ujian akan diawasi oleh tenaga pengawas yang bukan dari pihak sekolah asalnya," jelas dia.

UN tingkat SMA akan diselenggarakan pada 4-6 April 2016, sedangkan ujian susulan pada 11-13 April di salah satu sekolah yang nantinya ditentukan dinas terkait.

"Sedangkan untuk peserta ujian dari SMK akan melaksanakan UN pada 4-7 April, dan 11-14 April untuk ujian susulan dengan bidang studi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan," tuturnya.

Terpisah, Ramli (56) warga Pariaman Selatan, nyatakan dua orang anaknya akan ikut UN pada tahun 2016.

"Anak saya dua orang. Satu akan ikuti UN SMA, satunya lagi UN SMP. Persiapan yang kita lakukan selaku orangtua adalah dengan mendisiplinkan waktu anak-anak belajar ditambah ikut kursus," kata Ramli, di Pariaman saat dihubungi via seluler.

Dia menyebut, isu kecurangan saat UN berlangsung jangan sampai terjadi di Pariaman karena hal tersebut akan membodohi anak.

Selama ini dia mengaku penyelenggaraan UN di Kota Pariaman berlangsung dengan baik.

"Lebih baik anak saya tidak lulus daripada lulus akibat kecurangan. Tapi saya yakin anak kami lulus murni karena selama ini prestasinya di sekolah selalu masuk lima besar," kata dia.

TIM