Helmi Darlis : Itu Semua Fitnah






Kamis 01/08/2013, Pukul 2 Siang, Helmi Darlis, Wakil Walikota Pariaman dan Juga Calon Walikota Pariaman no Urut 2 yang berpasangan dengan Mardison Mahyudin dari Koalisi PKS-Golkar, memberikan Komfirmasi serta Penjelasan terhadap Isu Akta Tanah di Kabupaten Solok Semasa Beliau masih Menjabat Notaris.

Berikut wawancara kami dengan H.Helmi Darlis, SH, S.PN di Rumah Dinas Wakil Walikota Pariaman.

Apa Fakta sesungguhnya sehingga Nama Bapak sering dikaitkan Dalam Persoalan Hukum Akta Tanah tersebut?

"Sebagai Pejabat Pembuat Akta (PPAT), Saya tidak mungkin membuat Akta tanpa Dasar Hukum yang Kuat serta Surat surat Bukti Otentik lengkap. Karena Dalam UU PPAT, Kita diwajibkan membuatkannya untuk melayani Masyarakat."

Lalu?

"Persoalannya mungkin timbul dari Surat surat yang dikeluarkan oleh Perangkat, baik itu Jorong, Desa, Nagari. mungkin salah satu dari pihak tersebut yang memalsukannya."

Jelasnya?

"Kejadian itu berawal sekitar Tahun 2004 semasa saya masih Menjadi Notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta) di Kabupaten Solok. Persoalan Pemalsuan surat tersebut sudah selesai secara Hukum di Pengadilan, Pelaku yang memalsukan Surat-surat tersebut juga Sudah di Pidana, Saya sebagai PPAT sama sekali tidak ada kaitannya, Karena Saya mengeluarkan Akta sesuai dengan Surat surat dan Aturan sebagaimana yang tertuang dalam Undang Undang PPAT."

Lalu kenapa Bapak juga ikut dilaporkan Ke Polisi ?

"Melapor tentu sah-sah saja.. Tentu Polisi akan meneliti dan menganalisa Laporan tersebut. Karena kesalahan PPAT tidak ada disitu dan sudah sesuai dengan Undang Undang, tentu Polisi tidak mungkin memeriksa dan memanggil saya."

Mengenai Pemberitaan salah satu Media ?

"Nah ini kan jelang Pilkada, Berita tersebut Kuat sekali Tendensi Politik untuk menjatuhkan Nama baik saya. sebelumnya saya juga pernah diberitakan perihal tersebut secara tendensius, menuding, seakan akan saya Terlibat Masalah Hukum, Keterangan lengkap pun sudah saya berikan kepada Media tersebut, namun tidak pernah mereka Publikasikan. Ini tentu tidak Fair dan menjurus Fitnah."

Lalu kenapa Tidak Bapak laporkan Mereka telah melakukan Pencemaran Nama Baik?

"Meskipun ini Pencemaran Nama Baik, namun saya sikapi dengan Bijak, Saya cuma berharap mereka Sadar dan berfikiran Jernih, saya selalu berbaik sangka serta mendoakan agar mereka dibukakan pintu hatinya."

Lalu Apa himbauan Bapak Kepada Masyarakat yang telah terlanjur membaca Berita tersebut?

"Jangan Terpancing, Karena itu dapat merugikan kita semua. Saya tidak sejelek seperti apa yang ditulis dalam berita tersebut."

Karena Sekarang Jelang Pilkada, Apa Himbauan Bapak.

"Saya menghimbau kepada semua pihak, Jangan Kotori Pilkada, Mari kita Berkompetisi secara sehat. Jangan menebar Fitnah, karena hal tersebut Pembelajaran tidak baik bagi Masyarakat."

Catatan Oyong Liza Piliang