Inilah Alasan Kenapa Kita Musti Bangga Jadi Rang Piaman (GPN Dialog Palanta Piaman)





Senin 19/11/2012 tempo hari di palanta samping BPD Pariaman,Palanta Anih, kami menghelat Dialog Palanta dengan tema Gerakan Pertaubatan Nasional (GPN) dan mencari kepemimpinan Merakyat. hal tersebut sebelumnya dari ide sederhana saya yang menyampaikan ke Iwan Piliang bahwa dikampung kita ini segala macam persoalan, baik itu sosial,politik,transaksi bahkan sampai ke mandat Partai dll hampir 90 persen di selesaikan diPalanta (kedai kopi). 


Iwan Piliang yang gadang diRantau langsung berujar "Ayuk kita followup Dialetika keminangan kita, saya akan pulang." katanya waktu itu. hal itu saya sambut dengan langsung menghubungi Ferry Nugrah,SH ,Ir,Syafinal Akbar,MT dan terbentuklah Panitia,lalu menghubungi adik-adik di Sapma PP Sumbar yang komandani oleh Mahdial Hasan,SH untuk menghubungi Padang TV dan peralatan elektronik serta Musisi Taman Budaya. Ima Syarif Abidin selaku Pimpinan Damai FM pun menyambut hal ini, Ima langsung membuat scedule acara dan menjadi moderator. dan perlu dicatat dan digaris bahwa acara ini tidak menggunakan uang sumbangan proposal,tak selimper dibelah tujuhpun.



Acara yang dinilai sukses ini tak terlepas dari kehadiran tokoh masyarakat kita yang hadir,juga bundo kanduang. debat sengit dalam bahasa Piaman mengalir ketika acara baru dimulai,tak kalah seru dari Indonesia Lawyer Club kata Sudirman Palo.

Menurut Tokoh masyarakat ,dalam sesion mencari kepemimpinan merakyat,kita tak perlu mencontoh jauh-jauh semacam Jokowi bersebab Genius Local kita alm Kol Anas Malik jauh lebih hebat kata mereka sepakat, jika pembaca tidak percaya silahkan tonton kamis tgl 22/11/2012 pukul 21.00 wib diPadangTV dalam program acara "Mangalasau" selama 1jam.jika pembaca belum membaca tulisan tentang Anas Malik silahkan baca berita terkait diweb ini.



Dalam tulisan ini saya ingin menerangkan, kedatangan Iwan Piliang kepariaman bukan dalam kapasitas dan punya orientasi politik,apalagi ingin jadi walikota,bupati atau gubernur, namun ingin menggugah tanah kelahirannya ini agar memulai Tobat dari diri sendiri "Perubahan Besar Musti Dimulai Dari diri Sendiri, jernihkan hati,karena kekuatan Hati dapat menembus tujuh lapis baja sekalipun,Genius Lokal Kita Alm Anas Malik musti jadi cerminan, Jokowi itu sahabat saya, dia belum ada apa-apanya dibandingkan Anas Malik".

peserta yang hadir semacam Yulius Danil, Mardison, A Yani, Zulbahri, A latif, Dewi Fitri Deswati, Mimi Elvita ,Teta sabar dll, semua serentak meninggalkan atribut partai mereka dan orientasi politiknya, semua serius berdiskusi dengan dialetika tentang apa itu yang disebut Gerakan Pertobatan Nasional dan apa itu kepemimpinan merakyat dalam artian yang Ril. Komarudin Watubun yang berhalangan hadir, dari Pulau Kei live by Phone berujar ,"Kepemimpinan merakyat, dimana sang pemimpin masih mau mencium keringat rakyatnya, ini minjam istilah Iwan Piliang, dan Harus direstui Alam, punya integritas tinggi,marilah kita bertobat,bangkitkan semangat Nasionalisme dan mari kita mulai dari kita masing-masing." ujarnya dari Pulai kei dengan logat timurnya, suaranya lembut dan ber Intonasi.

saya sebagai ketua Panitia sangat yakin orang palanta tak perlu diajari berdialog.terbukti dalam sesi pengambilan gambar untuk Padang TV,tanpa skenario semua kemas oleh mereka. "orang awak memang hebat, sudah seperti Theatrical profesional, Luar Biasa!" kata Iwan Piliang ketika saya tanya pendapatnya tentang dialog tanpa arahan tersebut."Sangat seruuu" kata Bunda Sandra Istri Iwan Piliang."kita musti sering pulang kampung nih ayah" kata Bunda pada Suaminya.

Kekayaan mancaragam Piaman mustilah kita lestarikan, dialog palanta salah satunya, aset yang tak bisa ditakar dengan Materi , Rang Piaman Memang Luar Biasa dalam dialetika! musti dan harus kita pertahankan. kita sangat berbangga jadi Orang Piaman !!.

catatan Oyong Liza Piliang