Home » , , , , » Pilkada Kota Pariaman Bak Gadis Ayu Nan Seksi

Pilkada Kota Pariaman Bak Gadis Ayu Nan Seksi

Written By oyong liza on Kamis, 11 Oktober 2012 | 12.44


topik Pilkada kota Pariaman jadi perbincangan serius setelah saya memblowupnya tempo hari di situs ini, postingan terkait dikukuhkannya Helmi Darlis oleh partai PKS yang akan diusung berlaga pada Pilwako nanti, membuat berbagai kalangan membuat hitung-2an, dan mengkomparasi dengan berbagai balon yg mulai mengapung.

pagi menjelang siang Kota Pariaman bercerah hari, terang gemilang menyosok sang mentari menggagah terpampang , terlihat umbul-umbul yang semalam basah, berkirap gagah menguap air berkibar melambai dikeringkan sinar surya menyengat, disepanjang jalan menuju rumah sehabis sarapan pagi, umbul-2 dan bendera parpol yang semalam kuncup kini mengembang, basah sirna,sisa-2 hujan semalam yang membasahi rumput jalan jalur dua sepanjang Jl,Jenderal Soedirman - Imambonjol  pariaman berkirap setelah dibelalang matahari berang.

Pilkada kota Pariaman bak gadis ayu, semok, berpinggul seksi, padat berisi, melenggang-lenggok digelanggang rami yang membuat mata pejantan melirik nakal, menaik turunkan jakun-jakun sang pejantan yang berkodrat sejati dan ingin mempersunting dijadikan bini. Pilkada Kota Pariaman sangat banyak diminati, diperebuti dengan berbagai misi dan orientasi, namun tahukah sang pejantan apa yg diingini sigadis ayu semok nan seksi tadi ?

kota Pariaman yang punya empat kecamatan untuk digarap maksimal, perlu tangan-2 dingin menyentuhnya agar bangkit bergairah, tegak dan maju tegap guna berpacu dengan kota-2 lainnya di Sumbar ini, Pariaman punya potensi pariwisata yg belum tergarap dengan maksimal, semacam pantai-2 nan indah, pulau-2 nan memukau, perlu disentuh oleh seorang pemimpin yang peka dan penuh seni. masyarakat pariaman yang homogen, kebanyakan nelayan disepanjang pesisir musti dikenali teknologi pernelayanan kontemporer modern, hilangkan cara-2 tradisional yg terbukti tak menghasilkan penangkapan ikan dengan maksimal, sehingga terlihat jelas dari kehidupan para nelayan yang bikin kita miris dan menangis.

kekayaan laut jangan ditanya,nelayan tetap merana dalam taraf hidup papa. sudah saatnya pemimpin kedepan memikirkan dan menggerakan sektor nelayan dengan prinsip menaikan taraf hidup mereka.

sektor pertanian juga demikian, perlu tangan jenius dan perhatian khusus. sektor industri dan perdagangan kecil, kerajinan juga perlu sentuhan tangan sang maestro, pariaman musti punya sindikasi ekonomi yang kuat, kokoh berpondasi yang nantinya musti teraplikasi bila ingin melihat kota ini tak terisolasi.

bendera KKN bedebah yang jadi pangkabala penghambat kemajuan kota ini yang selalu berkibar estafet musti dibakar, pegawai pemerintahan musti humanis,masyarakat musti dipermudah urusan surat menyuratnya, tidak ada lagi todongan uang pena oleh oknum rakus bak tikus Got kambang bulu.

pemimpin kedepan musti merakyat dalam artian yg sesungguhnya, orang yang jauh dari kesan pongah apalagi congkak yang hanya bisa senyum bila dikodak untuk baliho dan spanduk pampangan saja. pemimpin kedepan musti berhati jernih agar bisa menularkan kebawahannya, tidak adalagi istilah jabatan basah dan kering, dan menempatkan orang-2 yang kapabel,kredibel dan profesional dibidangnya yang tak dikotori setoran siluman.

catatan Oyong Liza Piliang

Artikel Terkait

Share this article :