Home » , » Ketika Nama Asli Indonesia Ditulis dengan Cara ‘Barat’

Ketika Nama Asli Indonesia Ditulis dengan Cara ‘Barat’

Written By oyong liza on Rabu, 04 Juli 2012 | 00.43


Nama Indonesia ditulis dengan cara Western (foto : dok.pribadi dari BBM)
Kita semua sudah mafhum kalau ada aturan penulisan nama internasional selalu terdiri dari 3 bagian : first name, middle name dan last name. Atau dalam bahasa Indonesia jadi nama depan, nama tengah dan nama belakang. Di negara-negara “barat”, aturan ini tak jadi masalah. Umumnya mereka memang punya 3 nama : nama depan yang biasanya jadi nama panggilan, lalu nama tengah, terakhir nama belakang yang biasanya nama ayah atau bagi wanita yang sudah menikah nama belakanganya adalah nama suami. Contohnya : Hillary Rodham Clinton, George Walker Bush.

Bagaimana dengan orang Indonesia? Suku tertentu di Indonesia mengenal nama “marga”, misalnya Batak, Manado, Ambon. Tapi sebagian besar suku lainnya tak mengenal nama marga. Di Jawa, wanita yang sudah menikah langsung di lingkungannya dipanggil dengan nama suaminya. Misalnya Jeng Sri ketika jadi istri Mas Slamet akan dipanggil Bu Slamet di arisan RT. Mbak Endang setelah menikah dengan Pak Agus akan dipanggil Bu Agus di rapat Dharma Wanita.

Jadi, kebiasaan punya 3 nama – dengan catatan nama belakang adalah nama marga ayah atau suami – di Indonesia memang belum familiar. Ada teman saya yang memberi nama ke empat anaknya semua terdiri dari 4 kata. Jadi kalau ditambahkan dengan namanya, akan jadi 5 kata. Hmm…, kelak kalau bikin passpor pasti nyusahin petugas Imigrasi. Kalau ikut tes masuk SNMPTN, bisa kelamaan menghitamkan huruf-huruf yang merangkai namanya. Temannya sudah mulai mengerjakan soal, anak teman saya masih sibuk menyelesaikan arsiran namanya di kertas lembar jawaban komputer.

Nama-nama berbau Jawa asli, umumnya terdiri dari 1 kata saja. Misalnya : Wagimin, Sutrisno, Sumarno, Waginem, Ponirah, Juminten, Sumarsih, dll. Nah, bagaimana kalau punya nama cuma 1 kata sedangkan harus mengisi formulir yang memisah nama jadi 3 bagian? Semalam saya dapat kiriman BBM dari seorang teman yang membuat saya ngakak. Lihat saja foto formulir – entah formulir apa – di atas. Di akhir pekan begini saya ingin berbagi ngakak dengan teman-teman di sini.

Pemilik nama merasa nama yang dia punya cuma 1 kata saja, maka dibaginya jadi 3 bagian. Nama lengkapnya SUWARNO, maka nama depan = SU, nama tengah = WAR, nama belakang = NO. Yups! Tak ada yang salah, kreatif malah. Nama taipan besar juga 3 kata Lien Sioe Liong, jadi Su  War  No tentu gak salah dong! Yang saya pikirkan, bagaimana kalau namanya Paijo? Painem? Jupri? Apakah jadi : Pa – I – Jo ; Pa – I – Nem ; dan Ju – Pe – Ri? Nah, itu terserah pada kreatifitas pemilik nama tentunya.

Selamat ngakak mumpung ngakak belum naik tarifnya mengikuti kenaikan harga BBM.

catatan ira oemar freedom writers kompasianer

Artikel Terkait

Share this article :